Viral  

Putri DA Dapat Uang Panai Rp2 Miliar dari Calon Suami, Semuanya Diletakkan di Atas Nampan

Semujer.com – Putri Isnari atau lebih dikenal sebagai Putri DA tengah jadi sorotan karena uang panai yang diterimanya. Bagaimana tidak, nominalnya mencapai Rp2 miliar.

Seperti diketahui, Putri Isnari berasal dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Oleh karena itu, prosesi pernikahan diadakan dengan mengusung adat Bugis.

Calon suami Putri Isnari bernama Abdul Aziz. Dia merupakan anak dari pengusaha batu bara asal Kalimantan Timur.

Belum lama ini Putri menggelar prosesi adat Mappenre Dui atau Mappettu Ada, di mana keluarga mempelai pria membawa hantaran untuk calon pengantin wanita.

Dalam prosesi ini, keluarga besar dari pihak lelaki membawa hantaran berisi segala keperluan calon pengantin wanita dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Bersama hantaran, juga diserahkan uang panai secara tunai untuk dihitung oleh saksi yang hadir.

Untuk prosesi ini, Putri Isnari tampil anggun mengenakan baju bodo khas Bugis berwarna coklat kekuningan.

Putri DA bersama tiga istri Haji Alwi Ruslan. (Instagram/sucigolekk2)

Uang panai sebesar Rp2 miliar dibawa dengan koper dengan pecahan 100 ribuan. Gepokan uang tersebut dikeluarkan dan diletakkan di atas nampan.

“Sesuai dengan perjanjian kami datang untuk mengantarkan saudari Putri,” ujar salah satu anggota keluarga calon mempelai pria seperti dikutip dari video unggahan akun TikTok @de_yanti22.

“Sesuai dengan janji kita, kita akan menghantarkan uang sebesar Rp2 miliar. Semoga berkah apa yang kita harapkan, bahagia dunia akhirat,” sambungnya.

Warganet salah fokus dengan banyak gepokan uang di atas nampan. Cukup banyak yang baru tahu bentuk tunai dari Rp2 miliar.

“Dua miliar, bentuknya 100 ribu semua, senampan banyaknya,” komentar akun @merryricardo.

“Uang sebanyak ini tuh nggak bakalan habis-habis kayaknya,” tambah akun @rikaonlineshop.

“Itu kayaknya bisa buat mandi uang di kamar,” sahut akun @monikazhara.

Sementara itu, belum diumumkan kapan Putri Isnari dan Abdul Aziz akan menikah.

Kontributor : Chusnul Chotimah

Sumber: www.suara.com