Viral  

Dituding Tak Transparan Soal Laporan Royalti untuk Musisi, LMKN Bantah Keras

Semujer.com – Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) akhirnya memberi tanggapan soal tudingan tak transparan terhadap laporan atas royalti untuk para musisi. Pihak LMKN menyanggah hal tersebut dengan menyajikan berbagai bukti konkret.

“Saya mau katakan LMKN periode kami sangat amat sangat transparan. Sekali lagi saya sampaikan sangat amat transparan,” ujar Dharma Oratmangun selaku Ketua Manajemen LMKN dalam jumpa pers di kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2024).

Dharma Oratmangun menjelaskan bahwa LMKN selalu memberikan laporan atas rekap royalti setiap tahunnya. Dia juga menampilkan bukti publikasi laporan LMKN di beberapa surat kabar pada 2022.

Konferensi pers LMKN di kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2024) [Semujer.com/Tiara Rosana].

“Laporan 2022 telah kami luncurkan di salah satu harian nasional. Nanti kami akan berikan data, berapa besaran royalti yang sudah diterima, yang belum diterima, ada,” ujar Dharma Oratmangun.

“Karena semangat transparansi itu silakan tanya ke komisioner keuangan, tanya apa saja, komisioner siap jawab,” sambungnya.

Lebih lanjut, Marcell Siahaan selaku Komisioner LMKN juga ikut angkat bicara perihal ribut-ribut soal direct licence.

Komisioner LMKN Marcell Siahaan di konferensi pers di kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2024) [Semujer.com/Tiara Rosana].
Komisioner LMKN Marcell Siahaan di konferensi pers di kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2024) [Semujer.com/Tiara Rosana].

Marcell tak melarang adanya hal tersebut, namun dia mengimbau para pelakunya untuk mematuhi peraturan yang diatur Undang-Undang. Sebab menurut Marcell hal-hal seperti ini akan berpengaruh ke kreativitas makro.

“Opini pribadi, kalau saya memang tidak pernah mau melihat yang gugat, saya nggak mau memberi panggung buat mereka. Saya menganut Undang-Undang Hak Cipta. Batasnya jelas harus lewat LMK. Semuanya harus lewat LMK,” ucap Marcell Siahaan dalam kesempatan yang sama.

“Ya silakan saja mau melakukan direct licence, kita lihat semua dari Undang-Undang dari satu keseluruhan. Saya tekankan Undang-Undang kita itu untuk kemajuan kreativiats makro. Itu untuk memajukan ekosistem,” sambungnya.

Di kesempatan itu pula LMKN memaparkan nama-nama EO yang belum membayarkan royalti ke mereka. Pihak LMKN juga memberitahu bayaran royalti tiap acara musik hingga fasilitas umum yang menggunakan lagu-lagu dari musisi Tanah Air.

Sumber: www.suara.com